Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts

Napi Nekat Kabur dari Penjara Demi Kunjungi Ibunya yang Sakit

Kategori : Internasional / Kriminal / News
Posted : Unknown / Thursday, February 14 , 2 Ulasan
London, - - Seorang narapidana kasus pembunuhan di Inggris nekat melarikan diri dari penjara demi mengunjungi ibundanya yang sakit. Setelah kabur selama 2 hari, pria berusia 64 tahun ini ditangkap polisi di dekat tempat ibunya dirawat.

Seperti dilansir oleh mirror.co.uk, Senin (2/7/2012), John Massey (64) berhasil melarikan diri dari Penjara Pentonville pada Rabu (27/6) malam, dengan memanjat pagar penjara. Kepolisian pun berusaha mencari jejak Massey yang divonis penjara seumur hidup ini.

Hingga akhirnya pada Jumat (29/6) kemarin, polisi membekuk Massey di sebuah cottage di wilayah Faversham, Kent, yang terletak dekat dengan tempat sang ibunda, May, dirawat. Diketahui bahwa ibunda Massey yang berusia 86 tahun ini, menderita penyakit alzheimer parah.

Selain menangkap Massey, polisi juga menangkap seorang pria berusia 70 tahun yang saat itu berada di dalam rumah bersama Massey. Diduga, pria tersebut telah membantu upaya pelarian Massey.

Beberapa warga setempat mengakui melihat sejumlah polisi bersenjata mengerebek rumah tersebut melalui taman dan sejumlah polisi lainnya bersembunyi di gang kecil. Namun upaya pembekukan Massey ini tak berlangsung lama dan tanpa perlawanan.

"Saya pikir tidak ada perlawanan sama sekali karena semuanya berlangsung cukup cepat," ucap warga yang enggan disebut namanya tersebut.

Secara terpisah, seorang kerabat ibunda Massey mengakui bahwa sejak beberapa hari terakhir May terus memanggil-manggil nama putranya tersebut. "May sudah sangat lanjut usia saat ini, dia sudah memasuki usia 80-an tahun, dan dia menderita alzheimer. Dia terus menangis dan minta bertemu dengan John (Massey)," ucapnya.

Massey yang dikenal sebagai salah satu narapidana dengan masa hukuman terlama di Inggris ini, dinyatakan bersalah atas kasus pembunuhan seorang pria di sebuah pub di Hackney, London Timur. Pada tahun 1976 silam, Massey dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Sementara itu, pihak penjara tengah melakukan investigasi menyeluruh atas insiden kaburnya Massey, termasuk dengan menanyai sejumlah sipir penjara. "Kami selalu mejatuhkan hukuman terberat bagi mereka yang melarikan diri atau berusaha untuk kabur dari penjara," tutur juru bicara penjara tersebut.

Mantan Presiden Paraguay Harus Tes DNA

Kategori : Berita / Internasional / News
Posted : Unknown / Thursday, February 14 , 2 Ulasan
Mantan Presiden Paraguay Fernando Lugo
Asuncion - - Mantan Presiden Paraguay Fernando Lugo dituding memiliki anak di luar nikah dengan seorang wanita. Untuk membuktikannya, Lugo yang mantan uskup gereja setempat ini pun harus melakukan tes DNA.

Hal tersebut merupakan keputusan pengadilan setempat di Ciudad del Este, Paraguay seperti dilansir AFP, Jumat (15/2/2013). Pengadilan memerintahkan agar tes DNA dilakukan pada tanggal 7 Maret mendatang.

"Saya sangat senang dengan keputusan pengadilan, setelah empat tahun berjuang," ucap ibu sang bocah, Benigna Leguizamon yang mengajukan gugatan terhadap Lugo ke pengadilan.

Anak laki-laki yang disebut darah daging Lugo diketahui bernama Lucas Fernando dan kini berusia 11 tahun. "Akhirnya, kami akan memiliki bukti DNA," imbuh Leguizamon.

Lugo lengser dari jabatannya sebagai Presiden Paraguay pada Juni 2012 lalu. Lugo dimakzulkan oleh Senat Paraguay, hanya beberapa bulan sebelum dia mengakhiri masa jabatannya. Pemakzulan dilakukan karena Lugo campur tangan dalam sengketa tanah setempat.

Di pengadilan, Leguizamon mengklaim Lugo sebagai ayah biologis dari putranya. Hubungan intim keduanya terjadi ketika Lugo masih menjadi uskup di sebuah gereja Katolik di San Pedro. Saat itu, Leguizamon bekerja sebagai tukang bersih-bersih rumah Lugo.

Selama ini pihak pengacara selalu menolak jika kliennya diminta melakukan tes DNA. Mereka beralasan, tes DNA sangat inkonstitusional untuk persidangan ini.

Sedangkan Lugo sendiri sudah mengakui dirinya memiliki dua anak lainnya dari dua wanita berbeda. Kedua anak tersebut lahir di luar pernikahan. Hal ini sangat ironis mengingat Lugo pernah menjadi seorang uskup gereja.

Di luar kasus ini dan kedua kasus di atas, masih ada satu wanita lagi yang mengklaim dirinya memiliki anak dengan Lugo.
Kisah Wanita Buruk Rupa: Korban Pemerkosaan yang Jadi Jutawan

Kisah Wanita Buruk Rupa: Korban Pemerkosaan yang Jadi Jutawan

Kategori : Artikel / Internasional
Posted : Unknown / Saturday, December 29 , 2 Ulasan

Kisah Wanita Buruk Rupa: Korban Pemerkosaan yang Jadi Jutawan

Liputan6.com, New Delhi : Wajahnya tak seberuntung nasibnya. Wanita buruk rupa di India berhasil memenangkan hadiah ratusan juta dalam sebuah kuis televisi. Meski wajahnya dalam keadaan kurang normal, Sonali Mukherjee tetap percaya diri mengikuti kuis berhadiah miliaran.

Namun, Mukherjee memiliki kisah kelam yang takkan terlupakan. Saat ia melihat cermin, ia bisa mengingat pengalaman pahitnya itu. Karena insiden masa lalunya ini, wajah wanita 27 tahun itu menjadi hancur.

Tepatnya, sekitar 9 tahun yang lalu atau tahun 2003, Mukherjee diperkosa 3 teman kampusnya. Saat ia sedang tidur terlelap di kamar, 3 mahasiswa menyambangi dan memperkosanya. Namun, karena Mukherje memberontak, wajahnya disiram cairan kimia bernama 'Tezaab'.

Mukherjee adalah seorang mahasiswi yang cukup berprestasi di Universitas Dhanbad, India. Tapi pencapaian gemilangnya itu langsung sirna saat dirinya menjadi korban pemerkosaan dan kekerasan. Mukanya kini hancur, terutama di bagian mata, hidung dan telinga.

Berbagai upaya medis telah dilakukan untuk memperbaiki bentuk wajahnya. Namun, tidak berhasil. Sudah 22 kali operasi kulit, Mukherjee tetap buta dan sedikit terganggu pendengarannya.

Sementara ketiga pelaku berhasil ditangkap. Namun mereka sudah bebas tak lama kemudian hanya dengan uang jaminan. Kisah ini merupakan salah satu contoh kekerasan yang rawan terjadi di India. Belum lama ini, seorang mahasiswi 23 tahun diperkosa beramai-ramai dalam bus kota di New Delhi.

India memang cukup dikenal dengan angka kekerasan yang tinggi terhadap perempuan. Data kejahatan nasional menyebutkan, 228.650 dari total angka kejahatan 256.329 yang terjadi di India, menimpa perempuan.

Menang Kuis

Setelah lama menghilang dari kasusnya itu, Mukherjee akhirnya muncul kembali di hadapan publik. Tapi, kali ini bukan sebagai korban pemerkosaan, melainkan sebagai peserta kuis 'Kaun Banega Crorepati' atau dikenal 'Who wants to be a millionaire'. Sangat mengejutkan, wanita ini berhasil membawa pulang hadiah utama 2,5 juta rupee atau sekitar Rp 438 juta setelah berhasil menjawab 10 pertanyaan.

Keberhasilan Mukherjee ini berkat tekad yang kuat dan tak pantang menyerah untuk terus melakukan pengobatan untuk wajahnya. Wanita ini pun mengaku segera menggunakan uang untuk melakukan operasi kulit tambahan.

"Jika Anda bisa melihat gambar seorang wanita cantik, saya yakin Anda juga bisa melihat wajah saya yang terbakar," kata Sonali, seperti dilansir AsiaOne, Minggu (23/12/2012).

"Saya memenangkan uang tapi saya butuh lebih banyak lagi untuk pengobatan saya," sambungnya.

Dituturkan Mukherjee, ia tidak akan tinggal diam dengan nasibnya seperti ini. Ia lebih memilih tetap berdiri tegak untuk menghadapi semuanya.

"Sangat mudah bagi korban kekerasan air keras seperti saya untuk diam dan menelan semuanya. Namun saya memilih untuk berdiri dan berteriak melawan kekerasan," ungkapnya.

Perjalanan hidup Mukherjee ini membuat jutaan penonton acara tersebut terharu. Bahkan, ada penonton di studio bercucuran air mata melihatnya. Semua orang menilai wanita ini telah membangkitkan semangat perempuan di India untuk melawan segala bentuk kekerasan.

Amitabh Bachchan selaku pembawa acara kuis tersebut menyatakan Mukherjee adalah pelajaran berharga bahwa kita semua. Setiap orang memiliki kisah kelam dan kita mesti tetap bersyukur karena masih banyak orang di luar sana yang tidak seberuntung keadaan kita.

"Kadang kita pikir, hidup kita sudah cukup menderita, semua hal sepertinya tak sesuai dengan keinginan. Namun saat kita bertemu dengan Sonali, kita sadar betapa beruntungnya kita," ujar Amitabh Bachchan. (Riz)